Dexop.com – Polytron, perusahaan elektronik lokal yang telah menemani masyarakat Indonesia selama hampir lima dekade, siap melangkah lebih jauh dengan meluncurkan produk laptop pertamanya pada tanggal 5 Agustus 2025. Peluncuran ini bertepatan dengan momentum menjelang perayaan ulang tahun ke-50 perusahaan, dan menjadi langkah penting dalam transformasi serta diversifikasi bisnis Polytron di tengah perubahan peta industri teknologi global.
Kehadiran laptop perdana ini menjadi bukti konkret bahwa Polytron tidak hanya berdiam diri sebagai pemain lama di industri elektronik rumah tangga, tetapi juga aktif beradaptasi dan merespons kebutuhan konsumen yang semakin berkembang—khususnya di era digitalisasi dan kerja jarak jauh.
“Kami ingin memberikan solusi praktis dan andal untuk bekerja, belajar, maupun berkreasi,” ujar Tekno Wibowo, Commercial Director Polytron, dalam konferensi pers daring pada Senin (28/7).
Langkah Ambisius Polytron di Industri Laptop
Selama ini Polytron dikenal luas sebagai produsen televisi, kulkas, mesin cuci, dan motor listrik. Namun belakangan, langkah perusahaan asal Kudus ini semakin agresif memasuki sektor teknologi tinggi, termasuk mobil listrik dan kendaraan pintar. Laptop menjadi sektor berikutnya yang ditargetkan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat komputasi yang ringkas namun bertenaga.
Menurut Tekno, keputusan ini bukan sekadar uji coba pasar, melainkan bagian dari strategi besar jangka panjang perusahaan untuk menciptakan ekosistem teknologi lokal yang mampu bersaing dengan pemain global.
“Ini adalah awal dari babak baru Polytron. Kami tidak ingin hanya menjadi pengikut, tetapi juga inovator yang mampu menciptakan produk kompetitif dan relevan dengan gaya hidup modern,” tegasnya.
Menjawab Tantangan Produktivitas Digital di Indonesia
Laptop pertama Polytron disebut-sebut akan difokuskan pada segmen produktivitas. Artinya, perangkat ini akan didesain untuk memenuhi kebutuhan pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga kreator konten. Meski belum banyak informasi teknis yang diungkap, sumber internal menyebutkan bahwa laptop ini akan dibekali dengan prosesor terbaru dan sistem operasi yang optimal untuk multitasking.
Polytron juga menjanjikan kualitas build yang kokoh dan dukungan layanan purna jual yang luas—dua hal yang kerap menjadi perhatian konsumen Indonesia dalam memilih perangkat teknologi.
“Kami sadar bahwa konsumen Indonesia semakin cerdas dan menuntut kualitas. Itulah mengapa kami menyiapkan segala aspek, dari desain, komponen, hingga aftersales dengan sangat serius,” kata Tekno.
Infrastruktur Lokal Jadi Kekuatan
Salah satu nilai jual utama laptop Polytron nantinya adalah dukungan infrastruktur lokal. Dengan basis produksi di Kudus dan Demak, perusahaan mampu mengontrol penuh proses manufaktur dan memastikan kualitas produk tetap terjaga. Selain itu, jaringan layanan purna jual Polytron yang tersebar di seluruh Indonesia memberi keunggulan kompetitif tersendiri dibanding produk impor.
“Kami punya keunggulan sebagai produsen lokal. Ini bukan hanya soal kebanggaan nasional, tapi soal kecepatan merespons pasar,” ujar Tekno.
Dengan model produksi dalam negeri, Polytron juga membuka peluang untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan khas konsumen Indonesia, seperti ketahanan baterai dalam iklim tropis, keyboard dengan layout bahasa Indonesia, dan dukungan konektivitas yang sesuai dengan infrastruktur lokal.
Pasar yang Menantang, Tapi Menjanjikan
Masuk ke pasar laptop bukan tanpa risiko. Persaingan di segmen ini sudah sangat ketat, dengan dominasi merek-merek global seperti ASUS, Acer, HP, Lenovo, dan Apple. Namun Polytron tampaknya percaya diri dapat mengambil ceruk pasar tersendiri, khususnya di segmen entry-level hingga mid-range.
Analis industri teknologi, Rangga Darmawan, menilai bahwa langkah Polytron ini cukup berani, tetapi memiliki prospek bila dieksekusi dengan tepat.
“Pasar laptop di Indonesia memang kompetitif, tapi juga besar. Kalau Polytron bisa menawarkan kombinasi harga terjangkau, desain menarik, dan layanan lokal yang unggul, peluangnya terbuka lebar,” kata Rangga dalam wawancara dengan Komputek ID.
Transformasi Polytron: Dari Elektronik Rumah Tangga ke Teknologi Masa Depan
Langkah Polytron masuk ke dunia laptop sebenarnya bukan kali pertama perusahaan melakukan transformasi produk. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah memperkenalkan motor listrik Polytron Fox-R dan mobil listrik Polytron Evo yang mendapatkan respon positif dari pasar. Kedua produk tersebut menandai pergeseran arah perusahaan dari sekadar produsen elektronik rumah tangga menjadi pemain teknologi masa depan.
“Perusahaan tidak bisa stagnan. Kami harus bergerak mengikuti tren dunia. Ke depan, teknologi akan menjadi tulang punggung semua sektor, termasuk rumah tangga,” ungkap Tekno.
Dengan laptop sebagai lini produk terbaru, Polytron berambisi menciptakan ekosistem digital terintegrasi yang mencakup smart appliances, kendaraan listrik, dan perangkat produktivitas. Visi jangka panjang ini sejalan dengan misi pemerintah dalam mendorong transformasi digital nasional.
Menatap Peluncuran 5 Agustus: Apa yang Bisa Diharapkan?
Walau belum ada bocoran resmi terkait nama, spesifikasi teknis, harga, atau desain dari laptop perdana ini, sejumlah pengamat memperkirakan Polytron akan menghadirkan perangkat dengan fitur kompetitif seperti layar Full HD, SSD minimal 256 GB, dan RAM 8 GB—standar minimum untuk kebutuhan multitasking saat ini.
Selain itu, dengan reputasi Polytron sebagai produsen elektronik berkualitas dan harga bersaing, banyak pihak berharap bahwa laptop ini akan mengisi celah pasar laptop nasional yang selama ini hanya didominasi oleh produk impor.
Dukungan Pemerintah dan Momentum Bangga Buatan Indonesia
Masuknya Polytron ke sektor laptop juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan asosiasi industri. Langkah ini dianggap selaras dengan program nasional “Bangga Buatan Indonesia” dan mendorong kemandirian industri teknologi dalam negeri.
Kementerian Perindustrian, dalam siaran pers terpisah, menyebut bahwa keterlibatan produsen lokal seperti Polytron dalam pengembangan produk teknologi tinggi akan memberikan dampak positif terhadap ekosistem industri nasional.
“Kami mendorong lebih banyak produsen lokal untuk masuk ke sektor teknologi. Ini akan menciptakan lapangan kerja, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun daya saing bangsa,” ujar Dirjen Industri Elektronika Kemenperin.
Strategi Polytron ke Depan: Tidak Hanya Laptop
Menurut informasi internal, peluncuran laptop ini hanya satu dari serangkaian produk baru yang akan dikenalkan Polytron dalam 12 bulan ke depan. Selain perangkat laptop, perusahaan disebut tengah mengembangkan tablet edukasi, monitor pintar, dan perangkat IoT rumah tangga yang akan dirilis secara bertahap.
Polytron juga dikabarkan menjalin kerja sama dengan sejumlah startup lokal dan universitas untuk mengembangkan teknologi berbasis AI dan edge computing yang akan disematkan di produk-produk mereka ke depan.
Kesimpulan: Polytron Hadapi Masa Depan dengan Inovasi
Langkah Polytron meluncurkan laptop pertamanya bukan sekadar simbol ekspansi bisnis, melainkan juga penanda bahwa perusahaan ini siap bertransformasi menjadi pemain teknologi sejati. Dengan pengalaman panjang di industri elektronik, infrastruktur lokal yang kuat, dan pemahaman mendalam terhadap pasar Indonesia, Polytron memiliki modal besar untuk bersaing di era digital.
Tentu, tantangan tidak sedikit—mulai dari persaingan ketat, ekspektasi konsumen, hingga penetrasi pasar yang harus dilakukan dengan cermat. Namun seperti yang dikatakan Tekno Wibowo:
“Kami percaya bahwa inovasi adalah kunci bertahan dan berkembang. Laptop ini bukan akhir, tapi awal dari sesuatu yang lebih besar.”
Semua mata kini tertuju pada tanggal 5 Agustus 2025. Mampukah laptop perdana Polytron menjadi game-changer di pasar lokal? Jawabannya segera terungkap.












